Rabu, 27 April 2011

RPJM Kab. Sukabumi 2010-2015

Bab 1 Pendahuluan download disini
Bab 2 Gambaran Umum dan Kondisi Daerah download disini
Bab 3 Visi dan Misi download disini
Bab 4 Strategi Pembangunan Daerah download disini
Bab 5 Pendanaan Daerah download disini
Bab 6 Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan download disini
Bab 7 Penutup download disini

Minggu, 24 April 2011

Gambaran Umum Kab. Sukabumi

Kabupaten Sukabumi mempunyai  luas daerah 4.128 km2 atau 14,39 persen dari luas Jawa Barat, Dari tahun 2005 sampai tahun 2008 Kabupaten Sukabumi mengalami pemekaran kecamatan dari 45 menjadi 47 kecamatan, pemekaran desa dari 345 desa menjadi 363 desa dan 4 kelurahan. 

Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi pada tahun 2007 tercatat sebanyak 2.391.736 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,74 %. Komposisi penduduk menurut gender laki-laki sebanyak 1.199.698 jiwa (50,2 %) dan penduduk perempuan sebanyak 1.192.038 jiwa (49,8 %).  Berdasarkan struktur umur, komposisi penduduk Kabupaten Sukabumi memiliki komposisi usia non produktif  sebesar 44,17 %, meliputi penduduk usia 0 – 19 = 39,48 %, dan penduduk usia di atas 65 tahun 4,69 %.  Sedangkan penduduk usia produktif nya adalah sebesar 55,83 %. Rata rata kepadatan penduduk di Kabupaten Sukabumi mencapai 5,8 jiwa/ ha. Kepadatan penduduk di wilayah utara lebih tinggi dari pada kepadatan penduduk di wilayah selatan .  

Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya alam yang cukup kaya, potensi sumber daya pertanian terutama tersebar di bagian Utara aliran Sungai Cimandiri. Kondisi ini tidak bisa terlepas dari keberadaan Gunung Gede-Pangrango di sebelah Utara dan Gunung Salak di sebelah Barat. Selain karena didukung kondisi lembah dan lereng di kedua gunung tersebut yang melandai ke arah Selatan juga karena kondisi hutannya yang memberi daya dukung iklim dan tata air yang baik sehingga daerah pertanian relatif lebih subur dibandingkan daerah pertanian bagian selatan aliran sungai Cimandiri. 

Dalam sejarahnya, sejak dulu daerah Utara terkenal sebagai penghasil komoditi perkebunan berupa karet dan teh yang sempat memegang peranan penting dalam perekonomian negara di masa lampau. Sementara adanya dukungan tata air yang sangat baik, menyebabkan daerah utara berkembang menjadi daerah persawahan, usaha tani sayur mayur, peternakan dan budidaya ikan air tawar yang cukup potensial. Potensi sumber daya pertanian lain yang juga terdapat di Kabupaten Sukabumi adalah kehutanan. Sebaran kawasan hutan di Kabupaten Sukabumi terdapat di beberapa kecamatan, dengan pengelompokan besar terdapat di Sukabumi-Sukaraja bagian Utara, Cicurug – Parungkuda – Parakansalak –Kalapanunggal – Cisolok, Palabuhanratu, Ciemas, Surade – Jampangkulon – Kalibunder – Lengkong – Tegalbuleud – Cidolog – Sagaranten dan Nyalindung. 

Potensi geologi pertambangan Kabupaten Sukabumi antar lain sumber panas bumi di daerah Gunung Salak dan Cisolok, bahan tambang dan bahan galian emas, perak, batu-bara, pasir kwarsa, marmer, pasir besi, bentonit, teras, batu gamping, tanah liat dan lain-lain. Potensi sebagian sumber daya tambang tersebut tersebar di bagian selatan aliran sungai Cimandiri. Beberapa wilayah yang memiliki potensi sumber daya tambang tersebut diantaranya adalah: Wilayah Cibadak (meliputi batu bara, kaolin, marmer, batu apung, tras, batu hijau dan batu sirap), Wilayah Palabuhanratu (batu gips, marmer, batu sela, dan batu sirap), wilayah Jampangtengah (fosfat, mangan, lilin, batu merah dan batu sirap), dan wilayah Jampangkulon (besi, titan, mas, batu gips, tembaga dan asbes). 

Potensi sumber daya pesisir dan kelautan Kabupaten Sukabumi terutama tersebar di 7 (tujuh) wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, yaitu sepanjang ± 117 km yang memanjang dari wilayah kecamatan Cisolok, Palabuhanratu, Ciemas, Ciracap, Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud. Adapun jenis potensi sumber daya pesisir dan kelautan yang ada antara lain : perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, penyu, bahan tambang dan mineral, serta pariwisata. Sejauh ini, pemanfaatan pesisir dan kelautan di wilayah Kabupaten Sukabumi, selain dimanfaatkan untuk pariwisata pantai, juga pelabuhan nelayan sebagai sarana bagi penangkapan ikan. Daerah Palabuhanratu dan sekitarnya yang saat ini menjadi pusat kunjungan wisata, merupakan titik tumbuh dalam pengembangan daerah wisata pantai di bagian Selatan Sukabumi.

Minggu, 17 April 2011

Jelang Penetapan Perda RTRW Kab. Sukabumi (2)

Galeri Maket Tata Ruang Jakarta

Disarikan dari www.beritajakarta.com

Untuk memberikan pemahaman luas dan detail tentang proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan tata ruang Provinsi DKI Jakarta kepada warga Jakarta, Pempov DKI Jakarta meresmikan pendirian Jakarta City Planning Gallery (JCPG) pada 29 januari 2010.

JCPG merupakan karya Dinas Tata Ruang DKI Jakarta yang dipersembahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk diserahkan bagi warga Jakarta agar terlibat langsung dalam penataan ruang kota Jakarta. JCPG diresmikan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, sebagai tanda galeri tersebut dibuka untuk umum.

Dalam proses pembangunannya, Dinas Tata Ruang DKI Jakarta mempersiapkan JCPG sejak tahun 2008 hingga tahun 2009 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 3 miliar dari APBD DKI Jakarta. Anggaran diantaranya dimanfaatkan untuk pembuatan maket sebesar Rp 1,7 miliar, terdiri atas maket utama dengan ukuran 3 x 6 meter, maket monochrome berukuran 1 x 5 meter, tiga maket kecil dengan ukuran 1 x 1 meter.

Kemudian untuk pengadaan sistem informasi dan teknologi dialokasikan sebesar Rp 500 juta, diantaranya untuk lima monitor TV dan enam PC komputer yang memuat informasi mengenai tata ruang DKI Jakarta mulai dari proses perencanaan, pembangunan hingga pemanfaatannya. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk ruang JCPG sebesar Rp 600 juta.

JCPG akan terbuka untuk umum dan bagi pengunjungnya akan dibebaskan dari biaya tiket masuk alias gratis. Galeri dibuka setiap hari (Senin-Minggu) pada jam 08.00 hingga 16.00.

Selain memamerkan maket dan foto-foto tata ruang DKI Jakarta sejak tahun 1965 hingga gambaran rencana tata ruang DKI pada 2030, galeri ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang diskusi yang mampu menampung sebanyak 40 orang serta ruang perpustakaan yang memiliki ratusan buku referensi tentang perencanaan tata ruang, arsitektur dan tata kota. Kedua ruangan tersebut terletak di luar galeri yang juga dapat diakses oleh umum dan gratis.

JCPG akan dijadikan sebagai wahana pembelajaran bagi masyarakat Jakarta untuk memahami dan mencintai kota Jakarta. Warga Jakarta dari seluruh lapisan sosial dan tingkat pendidikan dapat melihat kota Jakarta melalui maket dan data lainnya sebagai informasi yang terintegrasi yaitu dari proses perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian rencana tata ruang wilayah DKI Jakarta.

Namun karena luas ruangan yang terbatas maket utama yang berukuran 3 x 6 meter belum dapat menggambarkan secara detail pembangunan dan rencana pembangunan di lima wilayah kotamadya. Melainkan baru menggambarkan detail pembangunan dan perencanaan pembangunan di kawasan pengembangan yang paling utama di Jakarta, seperti di kawasan Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto, MT Haryono, Monas, Senayan, dan Banjir Kanal Barat.

Di atas maket utama sudah tergambarkan pembangunan banjir kanal barat (BKB), mass rapid transit (MRT) tahap I rute Lebakbulus-Dukuhatas, jalan elevated Jalan Satrio dan Tanahabang serta gedung-gedung tinggi yang sudah dibangun dan akan dibangun di kawasan tersebut.

Selain itu, ada juga tiga maket kecil yang menggambarkan panduan tata kota di sentra primer barat dan timur serta foto-foto berisikan data tata kota DKI Jakarta yang terbagi dalam empat tahap yaitu tata kota DKI Jakarta tahun 1965-1985, tahun 1985-2005, tahun 2005-2010 dan 2010-2030.

Berdasarkan informasi Wiriyatmoko, Kepala Dinas Tata Ruang DKI, hampir setiap harinya sekitar 100 orang datang ke Kantor Dinas Tata Ruang untuk meminta informasi mengenai tata ruang kota Jakarta.

Dengan kehadiran galeri ini, diharapkan dapat mengubah paradigma lama yang belum melibatkan langsung partisipasi masyarakat terhadap perencanaan dan pembangunan kota Jakarta. Turut berpartisipasinya masyarakat dalam menentukan tata ruang dan tata kota di Jakarta, akan mewujudkan visi kota Jakarta sebagai kota jasa yang nyaman, sejahtera, dan berkelanjutan.

Senin, 28 Februari 2011

Jelang Penetapan Perda RTRW Kab. Sukabumi (1)

Belajar dari Bogota: Transformasi Menuju Kota yang Humanis

Catatan Wartawan Kompas, Agus Hermawan, 6-11 Februari 2003 usai mengikuti seminar internasional Human Mobility di Bogota, Kolombia. “Pelangi”, sebuah lembaga penelitian di bidang pembangunan berkelanjutan di Jakarta yang bekerja sama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP, New York) juga mengajaknya mempelajari penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT)
TransMilenio di Bogota (dengan editing seperlunya tanpa mengurangi essensi dan substansi catatan).




Orang-orang bersepeda di jalur yang nyaman. Sebagian lagi berjoging atau berjalan kaki di pedestrian, di antara taman-taman yang tertata apik. Sementara di jalanan, mereka yang memilih angkutan bus umum bisa melaju
dalam kenyamanan. Jalanan lebar, dengan jembatan penyeberangan yang didesain menarik, meliuk-liuk di tengah keramaian jalanan. pedestrian, jalur sepeda nyaman dan luas memanjakan warga kota untuk bisa menikmati kotanya.

Taman-taman rimbun dan menghijau diperindah dengan sejumlah pasangan memadu kasih atau para pelajar tenggelam dalam bacaannya. Rumah-rumah susun dan apartemen tersebar di sejumlah kawasan yang terhubung dengan jalur transportasi.

“Jika kita bicara soal kota, kita harus bicara bagaimana seharusnya kita tinggal dan bermukim,” kata Enrique Penalosa, Walikota Bogota (1998-2000) suatu saat. Walikota yang sebelumnya seorang akademisi bidang ekonomi, sejarah, dan administrasi publik itu akan dikenang sebagai walikota yang berjuang keras menegakkan sebuah kota ideal. Kota yang tadinya terkesan menyeramkan, menjadi cantik dan menyenangkan, memberantas kemiskinan dan korupsi.

“Warga dulu tidak menghargai kotanya dan mereka merasa kotanya akan semakin buruk,” kenang Penalosa. Bogota sebelum era Penalosa dikenal sebagai kota dengan tingkat kriminal tinggi, pengeboman oleh para militer, penculikan, hingga peredaran narkotika.




Namun kini, penduduk Bogota sepertinya menikmati menjadi warga sebuah kota yang memenuhi kebutuhannya. Sistem angkutan umumnya, yang dikenal dengan Bus Rapid Transit (BRT) TransMilenio praktis sudah berjalan dengan mulus dan menjadi kebanggaan mereka.

Kebanggaan warga dan pemerintah kota terhadap TransMilenio yang sebenarnyapembangunannya baru tahap pertama itu mengingatkan orang akan kebanggaan warga Singapura terhadap MRT (Mass Rapid Transit) mereka. “Sistem angkutanmassal kami saat ini yang terbaik di Amerika Latin, bahkan mungkin di dunia,” begitu biasa para pejabat Bogota membanggakan TransMilenio.




Dengan kepemimpinan yang konsisten dan dihargai rakyatnya, Penalosa “merekonstruksi” kotanya dengan 1.200 taman, menanam 100.000 pohon, merehabilitasi sekolah, dan permukiman-permukiman serta memperbaiki
lingkungan. Dia memang benar-benar memfokuskan kebijakannya pada bagaimana mendidik warga kota serta memperluas ruang publik.

“Orang-orang kaya bisa menghabiskan waktunya di countryside, pergi ke klub, atau makan di restoran. Tetapi untuk rakyat susah, mereka menghabiskan waktu senggangnya di ruang publik. Untuk alasan itulah, tingkat hidup dan ruang terbuka maupun pedestrian diperlukan agar demokrasi benar-benar berjalan,” kata Penalosa seperti dikutip sebuah media.

Namun, semua itu tidak diperoleh dengan instan dan mudah. Katanya, pemerintah kota bersama-sama warganya memerlukan waktu lima belas tahun lebih dengan kebijakan pembangunan kota yang konsisten.



Mereka berhasil menjadikan sebuah kota yang tadinya sangat kacau, menjadi sebuah kota yang layak dijadikan model bagi kota-kota lainnya di dunia. Bogota dengan penduduk 6,4 jutaan orang itu berhasil menata dirinya
dengan jalur bersepeda terluas di Amerika Latin (sepanjang 270 kilometer, dari 300 kilometer yang direncanakan), pedestrian, angkutan umum missal dengan BRT TransMilenio serta hari bebas kendaraan (car free day) yang meliputi area luas 35.000 hektar, yang terluas di dunia.

Sejak tahun 1995 sampai tahun 2000, pemerintah kota di bawah kepemimpinan Walikota Antonus Mockus Sivickas dan dilanjutkan penerusnya Enrique Penalosa, dan kemudian Mockus lagi, mereka benar-benar mengadakan perubahan di bidang tata ruang kota, sosial maupun ekonomi kota.

Mockus seorang akademisi matematik dan filsafat yang sama sekali tidak memiliki pengalaman politik ternyata mengelola kotanya dengan baik. Walikota yang dipilih oleh 64 persen dari sekitar 7 juta penduduk Bogota itu
benar-benar menjalankan kampanyenya.

Dengan dana hanya 8.000 dollar AS (termurah yang pernah terjadi di Kolombia) ia sangat terkenal dengan kampanye “No P” yang meliputi: no publicity, no politics, no parti atau plata (alias uang). Pemerintahan Mockus selama dua tahun (1995-1997) memfokuskan pada perencanaan kotanya secara jelas dengan program Formar Ciudad atau “Mendidik Kota” dengan penekanan para kultur warga kota, ruang publik, lingkungan, sosial, produktivitas urban hingga legitimasi institusional.

Mockus mendefinisikan kultur warga kota sebagai “sejumlah kebiasaan, perilaku, dan tindakan serta peraturan perundangan agar warga kota merasa
memiliki, harmoni di antara sesama warga, dan menghargai properti dan peninggalan kota”. Fokus membentuk kultur baru warga kota semacam itu menjadi tujuan utama pemerintahan Mockus. Dia melakukannya dengan sejumlah program pendidikan bagi warganya.

Tantangan dari warga Bogota bagi Mockus maupun Penalosa bukannya tidak ada. Itu terbukti dengan digantikannya dia oleh Penalosa (1998-2000), sebelum dia kembali memimpin Bogota hingga kini. Bahkan Penalosa, sempat dituding “komunis” oleh sejumlah kalangan usahawan atau orang kaya karena dianggap memaksa warga menggunakan bus dan angkutan umum.



Demikianlah, seperti disampaikan Ricardo Montezuma, Direktur Fundacion Ciudad Humana (Yayasan Kota Humanis, sebuah lembaga nonprofit di Bogota), kebijakan-kebijakan Penalosa maupun Mockus yang dilaksanakan secara konsisten tersebut menyebabkan Bogota berubah secara ruang (tata) kota,
sosial, ekonomi maupun politik kota yang tadinya semrawut (chaostic) berubah wajah menjadi sebuah kota yang kini bisa dianggap sebagai kota ideal dari
segi ketatakotaan dengan tingkat kriminalitas yang rendah.

Pada akhir kepemimpinan Penalosa misalnya, tingkat kejahatan anjlok hingga 50 persennya dan pembunuhan di kota yang oleh media barat dulu dikenal sangat berbahaya itu pun turun hingga 20 persen.

Keberhasilan Bogota seperti saat ini juga terjadi karena beruntung Penalosa yang menggantikan Mockus, jauh dari kebiasaan “ganti pejabat, ganti aturan”. Penalosa, yang lagi-lagi bukan seorang politisi, melainkan seorang akademisi yang mendalami ekonomi, sejarah, dan administrasi publik, meneruskan program yang telah digariskan Mockus.

Jika Mockus memfokuskan diri bagaimana mendidik warga kota merasa memiliki kotanya dan bersama-sama mengelola kotanya, maka Penalosa melanjutkannya dengan implementasi dari kebijakan-kebijakan rencana pengembangan kota Bogota.

Kepopuleran Mockus sebagai walikota yang dipilih rakyat terlihat, Rabu, saat di Bogota mengadakan hari bebas kendaraan (free car day), di sebuah taman kampus Bogota. Warga kota dan mahasiswa mengelu-elukannya, dengan lambaian tangan sebagaimana seorang pemimpin yang lahir karena mereka pilih.

Mockus, juga bergabung dengan warga biasa, menyapa, dan berlaku sebagaimana warga kota lainnya, termasuk bersepeda, jauh dari kesan dibuat-buat atau protokoler sebagaimana yang sering kita lihat pada kebiasaan pejabat-pejabat di negeri ini di zaman Orde Baru, yang kini diteruskan para pejabat Orde Reformasi .

“Keterlibatan warga kota, sebagai sukarelawan mendukung semua program kota Bogota,” kata Mockus. Mungkin karena itulah pembangunan Kota Bogota untuk menjadi sebuah kota yang humanis, bisa berlangsung baik karena warga kota dan pengelola kota sama-sama merasa memiliki kotanya.



Sulit dibantah, Penalosa maupun Mockus memang berhasil menjadikan sebuah kota yang tadinya amburadul, dengan lalulintas yang semrawut secara perlahan mulai berubah wajah. Apalagi Bogota yang sepanjang tahun sejuk itu memiliki taman-taman yang luas dan terpelihara baik.

Mereka bertekad menjadikan Bogota sebagai sebuah kota yang humanis. Kota yang benar-benar dibangun untuk dinikmati dan ditinggali warganya dengan nyaman. Mockus berani menata berbagai kawasan kota yang tadinya sangat tidak nyaman dan bisa diterima warganya karena dia memang benar-benar menawarkan sebuah kawasan baru yang bisa dinikmati, tanpa merugikan warga.

Bahkan, dalam rencana induk yang dibuat oleh Penalosa, akses jalan lebih diutamakan untuk pejalan kaki, pemakai sepeda, maupun infrastruktur yang lebih mengutamakan angkutan umum.

Sebaliknya, penggunaan angkutan pribadi lebih dipersulit dengan sejumlah ketentuan. Dengan kebijakan pico y placa (jam sibuk dan plat nomor) mereka bermaksud mengurangi penggunaan kendaraan pribadi hingga 40 persen pada saat jam sibuk. Mereka juga memberlakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dengan kebijakan nomor plat mobil.

Selama dua hari dalam sepekan kendaraan pribadi dilarang beroperasi. Mereka mengaturnya dengan cara kendaraan berplat nomor berakhiran 1 hingga 4 dilarang untuk digunakan pada hari Senin, 5 hingga 8 pada hari Selasa; 9,0, 1 dan 2 pada hari Rabu; 3,4,5 dan 6 pada hari Kamis, serta 7,8,9 dan 0 pada hari Jumat.

Pelaksanaan car free day dimaksudkan pemerintah kota agar warganya bisa membayangkan bahwa kota tanpa kendaraan pribadi bukanlah hal yang mustahil. Dalam voting yang diselenggarakan pemerintah kota, warga kota menginginkan acara tersebut bias berlangsung setiap tahun.

Apalagi, selain kebiasaan berjalan kaki (hampir 30 persen warga Bogota berjalan kaki untuk melaksanakan aktivitas kesehariannya, termasuk pulang pergi sekolah atau bekerja), kebiasaan menggunakan sepeda juga semakin
membaik. Jika pada tahun 1998, pengguna sepeda hanya 1 persen saja dari seluruh pengguna moda angkutan di Bogota, maka pada tahun 2002 meningkat hingga 4 persen.


Membaiknya struktur kota dengan manajemen perlalulintasan yang konsisten yang dijalankan, juga bisa menurunkan angka kejahatan atau kriminalitas, angka kecelakaan di jalan raya dan polusi udara. Angka kecelakaan di jalanan misalnya, yang pada tahun 1995 tercatat 1.387 kasus, terus menurun hingga 745 kasus (tahun 2001), dan pada tahun 2002 hanya 697 kasus.

Upaya menjadikan kota sebagai milik bersama itu karena pemerintah kota benar-benar menjalankan program untuk memacu masyarakatnya berpartisipasi atau terlibat langsung dalam pengelolaan kotanya. Untuk setiap pelaksanaan
sistem bus baru, hari tanpa sepeda mereka membentuk suatu organisasi berbasis masyarakat, seperti Ciclovia Volunteers (untuk para sukarelawan program pemasyarakatan pemakaian sepeda) hingga Misson Bogota. Merekalah yang bergerak dan mendorong masyarakat lainnya untuk berpartisipasi dan mendukung setiap program pemerintah kota.

Warga kota ikut mengelola kota. Setidaknya hal tersebut menjadi pelajaran bagi pengelola kota lain, yang sering meninggalkan warganya sehingga mereka menjadi terasing di kotanya sendiri. Secara telaten terintegrasi dengan sistem yang baik, mereka benar-benar melibatkan dan mendidik warganya secara serius untuk menjadikan kotanya lebih baik. Jauh sebelum mereka mengenalkan sistem BRT TransMilenio misalnya, upaya mendidik dan mengajak aktif partisipasi warga dilakukan dengan berbagai upaya.



“Kami sengaja mendatangkan 21 unit jenis bus yang dipergunakan di berbagai negara, dari Hungaria hingga Brasil. Semua itu untuk mendidik warga bahwa rencana menciptakan angkutan massal itu bukan hanya impian tetapi nyata,” kata Dario Hidalgo, seorang manajer TransMilenio.

Bahkan, jauh sebelum sistem bus tersebut benar-benar dilaksanakan, mereka mengajak warganya untuk melek bagaimana mulai mengubah “kultur” naik bus secara modern, mulai dari bagaimana antre hingga membeli tiket yang benar.

Sejumlah sukarelawan diterjunkan hingga ke sekolah-sekolah taman kanak-kanak. Dengan alat peraga sederhana, mereka mengajarkan cara-cara baru kepada anak-anak tersebut bagaimana mulai menjalani hidup baru sebagai bagian dari warga kota modern.

Upaya mereka mengajar kepada anak-anak balita itu bukannya tanpa maksud. “Sepulang sekolah anak-anak itu akan bercerita kepada orangtuanya apa yang kami ajarkan kepada mereka. Mereka juga menjadi penyambung apa yang kami ajarkan kepadanya. Bukankah itu juga secara otomatis mendidik orangtuanya
juga,” kata Hidalgo.

Terbukti ketika TransMilenio digelindingkan, sistem BRT bisa berjalan dengan baik. Upaya pemerintah menyiapkan infrastruktur dibarengi dengan kesiapan warga kotanya menjalani “kehidupan baru” mewujudkan kultur baru pula bagi kehidupan warga Kota Bogota.

Soal ruang publik, Walikota Penalosa pernah menyatakan, “Ruang publik sangat perlu untuk hidup, melakukan bisnis, memadu kasih, dan bermain. Semua itu tidak bisa hanya dihitung secara ekonomis maupun matematik tetapi harus dengan perasaan dan nurani”.

Infrastruktur kota yang baik sekalipun tidak akan cukup menjadikan sebuah kota menjadi nyaman, tanpa warga kotanya merasa terlibat dan menikmati semua

Minggu, 27 Februari 2011

Konsep Pengembangan Wilayah dalam Perencanaan Pembangunan

Posted on Januari 21, 2009 by Putra


Konsep pengembangan wilayah dikembangkan dari kebutuhan suatu daerah untuk meningkatkan fungsi dan perannya dalam menata kehidupan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan kesehateraan masyarakat. Pengaruh globalisasi, pasar bebas dan regionalisasi menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika spasial, sosial, dan ekonomi antarnegara, antardaerah (kota/kabupaten), kecamatan hingga perdesaan.

Globalisasi juga ditandai dengan adanya revolusi teknologi informasi, transportasi dan manajemen. Revolusi tersebut telah menyebabkan batas antara kawasan perkotaan dan perdesaan menjadi tidak jelas, terjadinya polarisasi pembangunan daerah, terbentuknya kota dunia (global cities), sistem kota dalam skala internasional, terbentuknya wilayah pembangunan antarnegara (transborder regions), serta terbentuknya koridor pengembangan wilayah baik skala lokal, nasional, regional dan internasional.

Di kawasan Asia globalisaasi telah menciptakan polarisasi pembangunan yang sangat signifikan dalam bentuk megaurban region yang terjadi di kota-kota metropolitan di sepanjang pantai timur Tokyo, Seoul, Shanghai, Taipei, Hongkong, Guangzhou, Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, Jakarta, bandung Hingga Surabaya. Dalam skala antarnegara terjadi pemusatan di Bohai (Cina – Korea), Hongkong- Guangzhou, dan SIJORI (Singapura-Johor-Riau). Di Indonesia polarisaisi terpusat di sepanjang Sumetera (Medan-Palembang), dan Jawa (Jakarta-Bandung-Semarang- Surabaya).
Koridor mega urban ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya terutama kabupaten, kecamatan dan desa-desa disekitarnya yang memiliki hubungan ekonomi dan pasar yang cukup kuat. Namun perubahan tersebut tidak diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana wialayh yang memadai akibat keterbatasan pemerintah. Oleh karena itu, pihak swasta dan lembaga lainnya dapat berpartisipasi dalam pembangunan.
Berbagai dampak yang di akibatkan dari globalisasi ekonomi terhadap pembangunan lokal secara sederhana sebagai berikut :
1. Berubahnya orientasi pembangunan yang harus bertumpu pada peningkatan individu, kelompok dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi persaingan global, sehingga memungkinkan masyarakat mampu bertahan (survive), mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan.
2. Semakin pentingnya peran lembaga non pemerintah seperti, pihak swasta, masyasrakat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam pelaksanaan pembangunan dan pembiayaan.
3. Terjadinya peningkatan urbanisasi di pinggiran kota besar dibandingkan di dalam kota besar itu sendiri. Hal ini sejalan dengan konsep yang dikembangkan oleh Mc. Gee pada tahun 1980-an. Batas antara kawasan perkotaan dan pedesaan semakin tidak jelas akibat pertumbuhan ekonomi,

Dimana kegiatan perkotaan telah berbaur dengan perdesaaan dengan intensitas pergerakan investasi, ekonomi dan penduduk semakin tinggi.

Atas dasar uraian di atas, pengembangan wilayah merupakan bagian penting dari pembangunan suatu daerah terutama di perdesaan yang sangat rentan dan berat menghadapi perubahan yang berskala global. Perubahan ini, jika tidak didukung suatu perencanaan wilayah yang baik dengan mempertimbangkan aspek internal, sosial dan pertumbuhan ekonomi akan berakibat semakin bertambahnya desa-desa tertinggal.

Perubahan paradigma perlu dilakukan dalam menata kembali daerah-daerah yang dikatagorikan miskin dan lemah agar mampu meningkatkan daya saing, manajemen produksi dan teknologi tepat guna berbasis lokal yang mampu mempengaruhi daerah lainnya secara timbal balik. Secara sederhana konsep pengembangan wilayah perlu dilakukan dalam perencanaan perdesaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat masyarakat di lapisan bawah agar dapat mempengaruhi pasar secara berkelanjutan.

Kamis, 21 Oktober 2010

Manfaat Shalat Tahajjud yang Luar Biasa

“Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Surat al-Isra’, ayat 79)

Mengapa Allah menyuruh kita bangun ditengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud di tengah malam? Apa rahasia dibalik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajjud ditengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?

*Shalat Tahajjud, Stres dan Hormon Kortisol (Hormon Stres)* Siapa bilang ajaran dalam agama Islam hanya dogma dan doktrin. DR. Muhammad Soleh, dosen IAIN Surabaya, telah mampu membantah pandangan tersebut melalui desertasi yang ia pertahankan sehingga mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh shalat Tahajjud terhadap peningkatan perubahan respon ketahanan tubuh imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”, menyimpulkan jika Anda melakukan shalat tahajjud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusyu’ niscaya Anda akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker.

Desertasi ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup yang sanggup menjalankan shalat tahajjud selama satu bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat tahajjud selama dua bulan. Shalat tahjjud dimulai pukul 2.00-3.30 wib sebanyak 11 rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak tiga rakaat. Dan selanjutnya hormon kortisol (hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa di tiga laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia dan Klinika).

Apa yang terjadi? Para siswa yang shalat tahajjud dengan rutin dan ikhlas berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan shalat tahajjud. Mereka yang melaksanakan shalat tahajjud tersebut memilki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil.

Hormon kortisol merupakan salah satu hormon stres. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang meninggi kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kita kurang baik. Hormon ini oleh pakar kesehatan dijadikan tolak ukur untuk tingkat/derajat stres seseorang. Makin stres seseorang maka hormon kortisol semakin meninggi dalam darahnya. Hormon kortisol memiliki kadar tertinggi di waktu tengah malam hingga di waktu pagi, terutama pagi-pagi sekali (normal di pagi hari berkisar 38-690 nmol/liter, sedangkan malam-nya 69-345 nmol/liter).

Stres dan depresi menjadi penyakit yang lazim di zaman sekarang ini. Stres sebenarnya keadaan yang positif bagi kita jika digunakan dalam keadaan yang masih wajar. Jika berlebihan maka kadar hormon adrenalin dan hormon kortisol akan meningkat sehingga menganggu sistem kekebalan tubuh yang akhirnya kita mudah terkena infeksi, penyakit maag, asma, dan memperburuk penyakit degenaratif kronis (kanker, diabetes, rematik dan lain-lain).

Dengan shalat tahajjud yang dilakukan secara rutin, ikhlas dan khusyu’akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga kita akan memiliki persepsi dan motivasi yang positip yang nantinya akan terhindar dari stres. Mungkin itulah maksud firman Allah pada surah Al-Isra’, ayat 79 diatas tentang diangkatnya para pelaksana shalat tahjjud ke tempat yang terpuji. Allahua’lam.

*Mengapa Harus Tengah Malam?*Kata tahajjud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata tahajjud dipahami oleh al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat Lail/Shalat Malam, karena ia dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Shalat ini terdiri dari dua sampai dengan delapan rakaat.

Apa rahasia bangun di tengah malam untuk shalat tahajjud? Hal ini telah dijawab Allah pada surat al-Muzzammil, ayat ke 6-7, berbunyi: “Sesungguhnya bangun di waktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang.”

Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memilki efek dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang memiliki niat yang kuat pula. Niat yang yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Shalat tahajjud dilakukan setelah tidur. Apa manfaatnnya pula? Bangun tidur pasti pikiran kita lebih fresh-segar. Bayangkan dalam satu hari, jantung kita berdetak sebanyak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus dan juga pembuluh-pembuluh darah. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali, dan mengopersikan 14 milyar sel otak.

Manusia perlu istirahat. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan. Dengan tidur berarti terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Tak heran kalau Allah berkehendak agar shalat tahjjud dikerjakan setelah tidur. Kurang baik jika dilakukan langsung setelah kita begadang malam. Dengan pikiran yang fresh akan membantu kita untuk lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca.

Bacaan di malam hari lebih mengesankan dibandingkan di siang hari, mengapa demikian? Pernahkan kita mengingat orang atau teman kita yang hobinya bermain break-breakan (orari). Mereka lebih senang akan memilih berkomunikasi di malam hari kira-kira mulai pukul 02.00-04.00 tengah malam. Kalau kita tanya kenapa mereka suka ngebreak di waktu tersebut, mereka menjawab suara yang dihasilkan di waktu itu lebih cukup bagus dan jernih, walaupun daya jangkaunya sangat jauh. Berbeda dengan siang hari suara breaker tidak begitu jelas banyak frekuensi lain yang menganggu.

Ini menandakan bangun di tengah malam dan bershalat tahajjud sangat baik untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dan komunikasi yag kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi. Penulis punya pengalaman menarik terhadap seseorang yang berumur setengah baya ketika berbicara dalam sebuah forum, dimana tutur katanya begitu santun didengar, wajahnya penuh percaya diri dan enak untuk dipandang, memiliki karakter yang kuat untuk mempengaruhi orang yang berinteraksinya dengannya. Pada sebuah kesempatan penulis bertanya :”Apa kira-kira rahasia kelebihan yang saudara miliki selama ini?”. Ia menjawab dengan singkat dan santun,”Disiplinkan diri dengan bershalat tahajjud!”.

*Meditasi dan Tahjjud*Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. Diam berarti berhentinya aktivitas fisik sedangkan kesendirian berati kita harus melakukanya sendiri tanpa bantuan, tuntutan, atau kehadiran orang lain.

John Kehoe, penulis buku terlaris ‘Mind Power’ pernah melakukan tapa brata dengan menyingkirkan diri dari hiruk piruk dunia, kemudian menyepi didalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini ia lakukan untuk menembus batas kesadaran tertinggi atau lapiasan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.

Banyak dari mereka melakukan metoda meditasi lewat relaksasi senam ringan, olah napas, pindah ketempat yang sunyi dengan menghidupkan kaset-kaset, CD pencerahan. Bahkan ada yang menggunakan aroma terapi wewangian, tak heran terlalu besar biaya yang dikeluarkan hanya untuk bermeditasi saja.

Padahal Allah telah memberikan jalan alternatip ke kita pada 14 abad yang lalu untuk lebih dekat dengan-Nya lewat pelaksanaan shalat malam, karena shalat adalah salah satu bentuk meditasi. Selama ini kita terjebak pada belenggu diri kita sendiri yang menjadikan shalat sebagai kewajiban semata bukan sebuah kebutuhan, kalau tidak shalat akan masuk neraka, terkesan Tuhan yang membutuhkan kita. Ironis.

Padahal untuk melakukan shalat tahjjud kita tak perlu ke hutan, mengasingkan diri, cukup bangun di tengah malam kemudian berwudu’ (bersuci) secara sederhana menurut rukun dan syaratnya. Tak perlu biaya mahal, hanya perlu tempat dan sajadah yang bersih.

*Kesimpulan*
Jika kita melaksanakan shalat tahajjud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusyu’ akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga tidak mudah stres ketika menghadapi problematika kehidupan. Dengan shalat tahajjud pasti hati kita akan semakin lembut, jernih dan berenergi tinggi, sehingga bacaan shalat beserta hikmah-hikmah yang terkandung mengalir deras dalam relung-relung jiwa kita dan menjadi pelita hidup di kemudian hari. Semoga Allah mengangkat kita ke tempat yang terpuji.

Mikrotik Router Board (Mikrotik RB)

Waktu melihatnya untuk pertama sempat terkagum dengan benda kecil yang satu ini (saat itu yang ada adalah Mikrotik RB 750 G), karena sebelumnya kl ingin membuat router memakai PC yg ukurannya sangat berbeda jauh. Dengan memakai mikrotik RB ini space untuk tempatnya sangat menghemat karena ukurannya yang kecil. Kelebihan lain jika kita menggunakan mikrotik RB ini adalah dari segi harga juga jauh lebih hemat dari pada jika kita menggunakan PC sebagai router, dengan kisaran harga Rp 700 an untuk Mikrotik RB 750G dan 1,25-1,3 juta untuk harga Mikrotik RB 450G sudah cukup bagi anda untuk memiliki Mikrotik RB ini. Harga tersebut juga sudah termasuk lisensi mikrotik. Mikrotik RB ini juga sudah terinclude fasilitas hotspot (autentikasi system login internet) yang bisa dihubungkan dengan server radius atau digunakan untuk billing system atau system vouder bagi anda yang ingin usaha internet di cafe atau warnet.

Setelah mencoba2 RB 750G, datang lagi mikrotik RB 450G, yang dari segi kualitas n harga diatas RB 750G. Perbedaan dari segi hardware kedua Mikrotik RB tersebut salah satunya ada di RAMnya. Untuk RB 750G RAM nya 64 MB sedangkan RB 450G RAM nya 256 MB. Untuk RB 450G. Mikrotik RB 450G tersebut saya coba untuk dihubungkan ke 2 network (2 netmask /24) lalu saya liat resource RAMnya hanya terpakai sekitar 40 MB.Dengan resource seperti itu sudah cukup bagi anda untuk menggunakannya sebagai router.

Beda antara yang berlabel G dengan yg tidak adalah salah satunya pada ethernet, G memakai Gigabit ethernet sedangkan yang tidak memakai label G masih Megabit ethernet. Keuntungan yang lain yang saya rasakan adalah jika listrik nyala sehabis mti kita tidak perlu menyakalan Mikrotik RB ini karena sudah otomatis nyala sendiri dan juga tidak kalah pentingnya adalah adanya program Winbox yang disediakan oleh mikrotik untuk memanajemen Mikrotik RB kita yang sudah berupa GUI, tidak perlu menggunakan terminal.

Bagi anda yang memerlukan router dengan harga yang terjangkau yang saya sebutkan diatas (harga Mikrotik RB 750G Rp 700 an dan harga Mikrotik RB 450G RP 1,25-1,3 jt) Mikrotik RB ini disarankan untuk anda pakai :)

RB 450 G

Kamis, 14 Oktober 2010

Visi dan Misi Bupati & Wakil Bupati Terpilih 2010-2015

Visi

Berdasarkan capaian pembangunan yang telah diraih pada periode sebelumnya dan tantangan pembangunan yang masih dihadapi, maka dalam kurun waktu periode 2010 – 2015 mendatang VISI Pembangunan Kabupaten Sukabumi adalah :
“Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Berakhlaq Mulia, Maju, dan Sejahtera”.

Akhlaq Mulia merupakan kualitas sumber daya manusia dengan perilaku tertinggi dan terhormat, yang merujuk pada suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang memiliki 4 (empat) sifat utama yaitu :
1.SHIDDIQ yang berarti Jujur
2.AMANAH yang berarti Dapat Dipercaya
3.FATHONAH yang berarti Cerdas
4.TABLIGH yang berarti Menyampaikan/Mentransformasikan

Dengan pencapaian kualitas perilaku tertinggi dan terhormat tersebut, diharapkan seluruh masyarakat dan stakeholders di Kabupaten Sukabumi dapat mewujudkan kesatuan gerak langkah sehingga tercipta masyarakat yang berakhlaq mulia tersebut sebagai pondasi utama pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Maju, merupakan proses melangkah/bergerak ke muka, menuju keadaan yang jauh lebih baik, lebih produktif, lebih menghasilkan, dan lebih memberikan nilai tambah. Maju diawali dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, peduli, dan profesional sehingga pemerintah menjadi yang terdepan dalam memajukan masyarakat Kabupaten Sukabumi, guna mencapai dan berada pada tingkat peradaban yang lebih tinggi. MAJU juga berarti : Masagi, Amanah, Jujur, dan Unggul.

Sejahtera, adalah kondisi masyarakat dimana tercipta rasa aman, sentosa, dan makmur, tercukupi kebutuhan hidup baik lahir maupun batin.

Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, maju, dan sejahtera tidak hanya membangun generasi sekarang dan generasi yang akan datang, namun juga menyiapkan diri sebagai bekal manakala kembali ke haribaan Illahi nanti.


Misi

Sejalan dengan VISI di atas, maka ada 3(tiga) MISI Utama yang akan dijalankan, yaitu :
1.Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia
2.Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berkemampuan Memajukan Masyarakat
3.Membangun Perekonomian yang Tangguh, Berbasis Potensi Lokal, dan Berwawasan Lingkungan

Dalam mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki, mengantisipasi kondisi dan permasalahan yang masih ada, memanfaatkan peluang, serta menghadapi tantangan, untuk mencapai Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Berakhlak Mulia, Maju, dan Sejahtera, maka rumusan tiga Misi Kabupaten Sukabumi ditetapkan dalam tujuan operasional yaitu :

Misi 1 :
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia, yang bertujuan:
1.Meningkatkan kualitas perilaku serta membangun kembali modal sosial masyarakat
2.Meningkatkan akses layanan dan kualitas pendidikan
3.Meningkatkan akses layanan dan derajat kesehatan
4.Mengendalikan perkembangan penduduk, menanggulangi kemiskinan, dan pengangguran
5.Membangun etos kerja yang produktif berlandaskan IMTAQ dan menguasai IPTEK

Misi 2 :
Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berkemampuan Memajukan Masyarakat, yang bertujuan :
1.Membangun budaya organisasi pemerintahan yang bersih, peduli, dan profesional
2.Meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik
3.Memajukan masyarakat dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan

Misi 3:
Membangun Perekonomian yang Tangguh, Berbasis Potensi Lokal, dan Berwawasan Lingkungan, yang bertujuan :
1.Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan lembaga keuangan mikro
2.Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur daerah yang mendukung perekonomian
3.Menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong pembangunan industri di berbagai sektor yang memiliki daya saing dan berwawasan lingkungan

Senin, 04 Oktober 2010

Tata Ruang Kab. Sukabumi

Rabu, 18 Agustus 2010 , 01:37:00
 
SUKABUMI- Tata ruang wilayah Kabupaten Sukabumi dalam jangka panjang bakal diproyeksikan sebagai kawasan “paru-paru” Jawa Barat (Jabar). Mengingat, 40 persen dari luas wilayah Kabupaten Sukabumi yang mencapai 412.799,54 hektar,masih berupa lahan hutan lindung. Lahan hutan lindung tersebut, di antaranya meliputi kawasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) serta kawasan cagar alam Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berada di sejumlah titik. “Penataan paru-paru Jabar sudah diamanatkan dalam tata ruang Provinsi Jabar dan pemerintah pusat. Makanya, tahap awal kita akan mengejar status daerah pemasok air serta hutan lindung terbesar di Jabar," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo belum lama ini. Kepada wartawan ia mengaku, dengan proyeksinya, pemerintah daerah jelas memikul konsekuensi yang cukup berat untuk mengembangkan sektor industri, perdagangan dan jasa. Akan tetapi, bukan berarti tata ruang wilayah tersebut menghambat terhadap proses pembangunan secara umum. “Hanya saja, proses pembangunannya perlu dikendalikan dengan tetap memperhatikan dan menjaga lingkungan, daerah resapan air serta ekosistem hutan lindungnya,” ujarnya. Dengan resiko tersebut, ia hanya berharap pusat dan provinsi bisa memberikan perhatian lebih dengan memberikan kompensasi berupa dana bagi hasil pendapatannya. Sebab dengan menjadikan daerah ini sebagai paru-paru Jabar, maka Sukabumi menjadi daerah yang paling berkontribusi dalam menekan tingkat polusi udara emisi gas buang serta menjadi daerah penyumbang air terbesar.

Senin, 27 September 2010

Cara Membuat Lencana (Badge) Profil Facebook

Kali ini saya akan memberitahukan cara membuat lencana profil facebook. Lencana profil ini sangat berharga agar menandakan kita eksis di facebook.

1.  Login ke akun Facebook anda.

2. Setelah berada di dalam dashboard Facebook, lalu menuju link di bawah ini (sorot dengan  mouse):

3.  Setelah masuk lalu klik tulisan Profile Badge (yang ditandai lingkaran merah)

   

4.  Setelah itu akan muncul gambar seperti ini:


Di bagian ini (klik tulisan Edit this Badge), anda bisa memilih bentuk vertikal atau horisontal, juga menambahkan item seperti nama, tanggal lahir, nama website jika punya, lalu memilih format yaitu menaruh foto atau tidak di profile/badge facebook anda.


5. Setelah anda memilih bentuk sesuai keinginan, klik “Save” dan anda akan dibawa ke halaman berikutnya. Lalu Anda akan diberikan kode html, yang dapat anda paste-kan pada blog, profile friendster ataupun website anda:

Selamat mencoba… :)

Minggu, 26 September 2010

Profil Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sukabumi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Palabuhanratu. Wilayah Kabupaten Sukabumi sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia. Luas wilayah Kabupaten Sukabumi 3.934,47 km2. Kabupaten Sukabumi terbagi menjadi empat puluh tujuh kecamatan.
Potensi pariwisata dengan sekitar 34 obyek wisata memang berperan penting dalam perekonomian kabupaten ini. Bagi sebagian masyarakat terutama yang tinggal di pulau jawa, nama Palabuhanratu memiliki daya pikat sendiri. Jika menyebutan objek wisata yang terletak di Kabupaten Sukabumi ini orang akan langsung mengaitkannya dengan legenda Ratu Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Legenda inilah yang kemudian mengangkat potensi pariwisata di Palabuhanratu.
Beberapa sungai berarus deras yang melintasi daratan subur ini juga sering dijadikan sarana untuk olah raga White water rafting atau arung jeram. Tempat ini merupakan lokasi keempat untuk arung jeram di indonesia setelah Bali, Sulawesi dan Aceh.
Tempat wisata lain yang masih berhubungan dengan laut adalah Pantai Pangumbahan yang terletak 120 km dari Kota Sukabumi. Di pantai berpasir putih, halus, dan luas yang menghadap ke laut lepas Samudera Hindia, bisa disaksikan penyu hijau (Chelonia mydas) yang berusia antara 20-100 tahun bertelur. Satwa laut dengan ukuran panjang 70-140 cm dan berat antara 50-150 kg ini tidak bisa bertelur di sembarang pantai. Musim bertelurnya antara bulan Juli sampai Oktober. Setiap kali bertelur seekor penyu hijau menghasilkan 100-250 butir. Telur-telur penyu mendatangkan pemasukan juga bagi wilayah ini, sehingga hewan purba yang dilindungi ini digunakan sebagai logo Kabupaten Sukabumi.
Kabupaten Sukabumi tercatat sebagai kabupaten terluas wilayahnya di Jawa Barat, dengan hamparan wilayah 3.934,47 kilometer persegi. Perut dan permukaan bumi Kabupaten Sukabumi yang berlekuk-lekuk dalam ketinggian 663 meter dari permukaan laut, mengandung potensi alam yang khas. Selain sumber daya alam, Sukabumi juga dikaruniai posisi strategis dalam sisi industri barang dan jasa. Karena letaknya hanya berkisar 130 km dari Jakarta, ratusan industri yang bermarkas di Jakarta, membangun pabriknya di Sukabumi.
Contohnya, potensi air bawah tanah. Mata-mata air mineral yang sepanjang tahun terpancar dari perut gunung, selama 10 tahun terakhir telah menjadi sumber bahan baku bagi belasan perusahaan air minum dalam kemasan.


Sumber Data:
Jawa Barat Dalam Angka 2007
(01-7-2007)

Sabtu, 25 September 2010

Kreativitas

Di dunia ini tidak ada yang benar-benar baru. Yang ada adalah perubahan, tambahan, gubahan, atau penyederhanaan dari yang sudah ada sebelumnya. Anda boleh mengubah (berkreasi dengan) karya yang sudah ada selama tidak melanggar hak cipta. Yang tidak boleh adalah menjiplak karya orang lain. Namun jika Anda mengubah karya yang ada menjadi lebih baik, maka itu tidak menjadi masalah.

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ini adalah blog milik Bappeda Kabupaten Sukabumi

Pendapat anda mengenai blog ini:

Profil

Foto saya
Palabuhanratu, Kab. Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
Bertukar pikiran, usul, saran, pendapat, informasi semoga semakin mudah terlaksana dengan hadirnya blog kami ini